Semangat generasi muda dalam menjaga budaya lokal terus tumbuh di Maluku Utara. Salah satunya melalui Pemuda Inisiatif Desa Sabatang, komunitas kepemudaan yang bergerak dalam pelestarian budaya dan penguatan peran anak muda di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Asbar Buhari, Pendiri Komunitas Pemuda Inisiatif Desa Sabatang, dalam program Indonesiana Insania FM dengan tema “Muda Bergerak, Budaya Hidup”, Rabu (1/7).
Asbar menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari kepedulian untuk menghidupkan kembali nilai budaya Desa Sabatang, salah satu wilayah tua di Bacan, melalui kegiatan seni tradisi seperti Cakalele dan Lalayon serta berbagai aktivitas yang melibatkan generasi muda.
“Kami hadir bukan karena kepentingan, tetapi karena kepedulian. Bagaimana kampung ini bisa berkembang, dikenal luas, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Asbar.
Dalam perjalanannya, Pemuda Inisiatif Desa Sabatang berhasil mengajak anak muda untuk lebih dekat dengan budaya sendiri. Melalui kegiatan komunitas, banyak pemuda yang sebelumnya pasif mulai terlibat dalam pelatihan seni dan aktivitas sosial.
Di tengah keterbatasan dukungan, komunitas ini tetap berjalan dengan semangat gotong royong masyarakat. Mereka juga memanfaatkan media digital seperti TikTok untuk memperkenalkan budaya Sabatang kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Asbar, pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dengan kreativitas dan kemauan bergerak, generasi muda dapat ikut menjaga identitas daerah melalui hal-hal sederhana.
“Budaya tidak akan hidup jika hanya disimpan. Budaya harus diperkenalkan dan dijalankan oleh generasi muda,” tambahnya.
Melalui program Indonesiana, 87,6 Insania FM Radio Network — Jaringan Radio Kemanusiaan, Pendidikan, dan Kebudayaan, terus menghadirkan cerita inspiratif dari masyarakat dan komunitas yang bergerak menjaga nilai budaya Indonesia.