Momentum Hari Pustakawan Nasional menjadi pengingat pentingnya membangun budaya literasi di tengah derasnya arus informasi digital. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate bersama komunitas Ternate Book Party berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Hal tersebut disampaikan dalam radiotalk Inspirasi Siang di 87,6 Insania FM Radio Network yang mengambil tajuk “Literasi yang Menggerakkan, Kolaborasi yang Menguatkan”. Perwakilan Ternate Book Party, Shakira Rahmawati, mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan ruang membaca yang santai dan inklusif melalui berbagai kegiatan di ruang publik seperti taman dan kafe. Menurutnya, membaca perlu menjadi kebiasaan yang menyenangkan sekaligus bagian dari gaya hidup anak muda.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Diana Joisangadji, menjelaskan bahwa pemerintah terus mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui program KALIBER (Kawasan Literasi Bergerak). Program tersebut melibatkan berbagai komunitas untuk memperluas akses literasi hingga ke tingkat kelurahan.

Diana menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak dapat menggantikan kemampuan literasi yang dimiliki manusia. Menurutnya, membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta empati dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, budaya membaca di Kota Ternate diharapkan terus tumbuh. Masyarakat pun diajak membiasakan membaca sedikitnya 15–20 menit setiap hari sebagai langkah sederhana untuk menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Arie Errfandy