Memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Banggai diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi lahan yang kering serta aktivitas manusia dapat menjadi pemicu kebakaran yang mengancam keselamatan dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Indradi Noor Akbar, S.K.M., M.K.K.K., Superintendent Field Donggi-Matindok HSSEOps PT Pertamina EP, dalam program Inspirasi Siang Insania FM Luwuk.

Menurut Indradi, kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu dibangun sebelum kebakaran terjadi. Masyarakat perlu memahami potensi risiko, melakukan pencegahan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Kondisi geografis Kabupaten Banggai menjadi salah satu alasan pentingnya mitigasi kebakaran. Namun, risiko karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia seperti membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Pembukaan lahan dengan cara dibakar harus dihentikan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan hutan dan kawasan operasional perusahaan,” ujar Indradi.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field melakukan edukasi dan sosialisasi melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, TNI/Polri, tokoh masyarakat, hingga lingkungan pendidikan.

Indradi menjelaskan, mitigasi bencana merupakan upaya untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dengan mengenali berbagai sumber risiko, baik yang berasal dari faktor alam maupun aktivitas manusia.

Sosialisasi dilakukan secara berkala hingga empat kali dalam setahun dan dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan atau permintaan masyarakat. Materi edukasi juga disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Banggai yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun agar lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Selain risiko kebakaran di kawasan hutan dan lahan, masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan potensi kebakaran di lingkungan rumah. Aliran listrik, tabung gas, hingga korsleting perlu menjadi perhatian agar sumber api dapat dicegah sejak dini.

Jika menemukan kebakaran, masyarakat diminta segera menghubungi call center 112 dengan menyampaikan lokasi kejadian secara akurat, kondisi yang terjadi, serta tingkat kedaruratannya. Warga juga diimbau untuk tidak panik dan segera menuju tempat yang aman.

“Terkait dengan keselamatan, bukan siapa yang paling cepat berlari, tetapi siapa yang paling cepat memberikan informasi,” kata Indradi.

Melalui Inspirasi Siang, Insania FM mengajak masyarakat Banggai memahami bahwa kesiapsiagaan terhadap karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan. Pencegahan membutuhkan kepedulian dan peran bersama agar masyarakat tetap aman dan lingkungan tetap terlindungi.



Nurul Dalillah