Ada etika dasar tidak tertulis yang berlaku di tengah masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya, yaitu tradisi saling berbagi makanan antar tetangga. Ketika kita menerima kiriman makanan dari tetangga, makanan akan segera ditukar ke wadah dan perangkat makan keluarga penerima, kemudian wadah dari pengirim segera dicuci dan dibersihkan sebelum dikembalikan. Lazimnya, tuan rumah penerima akan bernegoisasi untuk menahan wadah pengirim, untuk kemudian dikembalikan nanti beserta makanan balasan dari penerima ke pengirim makanan. Tradisi ini masih berlaku, bahkan kerap dijumpai di bulan Ramadan.