Sampah yang dibuang ke tempat pembuangan bukan berarti persoalannya selesai. Di tengah meningkatnya timbunan sampah, perubahan perlu dimulai dari kebiasaan paling sederhana, yakni memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Hal tersebut disampaikan Lady Diana Khartiono, S.Pi., M.Si., Dosen Fakultas Ilmu Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, dalam RadioTalk Indonesiana bertajuk “Jangan Asal Buang, Saatnya Bijak Kelola Sampah!”
Lady menjelaskan, sampah sebaiknya dipilah berdasarkan jenisnya, seperti organik, anorganik, dan residu. Sampah organik, terutama sisa makanan, menjadi salah satu jenis yang jumlahnya cukup besar dan apabila dikelola sejak dari rumah dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA secara signifikan.
Sampah organik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak. Pengolahan menggunakan maggot juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi timbunan sampah organik sekaligus menghasilkan manfaat lain.
Menurut Lady, pemerintah daerah juga dapat mendorong pengelolaan sampah organik melalui regulasi dan fasilitas yang mendukung, sehingga sampah organik tidak seluruhnya berakhir di TPA dan menimbulkan persoalan lingkungan akibat proses pembusukan.
Sementara itu, sampah anorganik dapat dikelola melalui bank sampah. Sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan, didaur ulang, maupun diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Lady menegaskan bahwa memilah sampah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari perubahan perilaku. Kebiasaan tersebut perlu dibangun secara konsisten melalui prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, dimulai dari lingkungan keluarga.
Perubahan, menurutnya, tidak harus menunggu program besar. Kebiasaan memilah sampah dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian meluas ke keluarga, lingkungan, RT, desa, hingga masyarakat yang lebih luas.
Sampah pada akhirnya bukan hanya persoalan tentang ke mana sesuatu dibuang, tetapi bagaimana masyarakat bertanggung jawab terhadap apa yang dihasilkan. Ketika pemilahan dimulai dari sumbernya, lingkungan lebih terjaga dan sampah memiliki peluang untuk kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Fitri Kireina