Di tengah derasnya arus informasi digital, budaya membaca dan menulis tetap menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya. Pesan tersebut mengemuka dalam program INDONESIANA di 88,7 Insania FM Sorong yang menghadirkan relawan Komunitas Rumah Kata Sorong, Firdaus Ali Mustajib, S.Pd, sebagai narasumber.
Dalam perbincangan tersebut, Firdaus menjelaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga proses melatih cara berpikir, memperkuat konsentrasi, dan membangun daya ingat. Menurutnya, kebiasaan membaca menjadi bekal penting untuk menghadapi derasnya informasi di media digital yang sering kali disajikan secara singkat dan cepat.
Ia juga menyoroti tantangan menurunnya minat baca yang terjadi di berbagai daerah, termasuk dampak tingginya konsumsi media sosial terhadap kemampuan masyarakat dalam memahami informasi secara mendalam. Kondisi tersebut dinilai turut membuka ruang bagi penyebaran hoaks dan disinformasi. Karena itu, literasi menjadi keterampilan yang diperlukan agar masyarakat mampu memilah, memverifikasi, dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Komunitas Rumah Kata Sorong terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan generasi muda. Program yang dijalankan meliputi kelas penulisan naskah, pelatihan pembuatan film, lapakan baca buku gratis di kawasan Reklamasi Sorong, hingga Festival Sastra yang menjadi ruang apresiasi bagi karya dan kreativitas anak muda.
Melalui kegiatan tersebut, Rumah Kata tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung lahirnya generasi kreatif, kritis, dan produktif. Komunitas ini menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk mengembangkan gagasan, mengekspresikan diri, sekaligus memperkuat budaya membaca dan menulis di tengah perkembangan teknologi.
Radiotalk ditutup dengan ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda Kota Sorong, untuk aktif terlibat dalam gerakan literasi. Dengan membiasakan membaca, menulis, dan berkarya, diharapkan tumbuh generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, berpikir kritis, serta menghasilkan karya-karya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah.