Merasa rezeki sedang sempit tidak selalu berarti seseorang sedang kekurangan secara materi. Bisa jadi, yang perlu diperluas bukan hanya penghasilan, tetapi juga cara memandang dan mensyukuri berbagai nikmat yang telah dimiliki.
Hal tersebut dibahas dalam RadioTalk SAPA UMI (Siaran Asuhan Penuh Amanah) 92,5 Insania FM Luwuk, bersama Umi Fitria Yusuf, Direktur Bidang Usaha sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk. Episode kedua tersebut mengangkat tema “Rezeki Sempit atau Hati yang Kurang Bersyukur?”.
Umi Fitria menjelaskan, rezeki memiliki makna yang luas dan tidak terbatas pada uang maupun harta benda. Kesehatan, keluarga yang rukun, pasangan yang saling menghargai, serta kehidupan yang damai juga merupakan bentuk rezeki yang sering kali luput disadari.
“Rezeki tidak selalu berupa materi, tetapi bisa juga berupa kesehatan, keluarga yang rukun, pasangan yang menghargai dan lain-lain,” ujarnya.
Menurutnya, rasa syukur tidak seharusnya hanya muncul ketika seseorang mendapatkan rezeki dalam jumlah besar. Kemampuan menghargai nikmat sederhana justru dapat membantu seseorang memiliki hati yang lebih tenang dan tidak terus merasa kekurangan.
Sebaliknya, kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain dapat membuat nikmat yang dimiliki terasa tidak berarti. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi di tengah penggunaan media sosial yang banyak memperlihatkan kesuksesan, kemewahan, dan pencapaian orang lain.
Umi Fitria mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan. Ketika melihat keberhasilan orang lain, seseorang dapat belajar ikut bersyukur sekaligus melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Namun, bersyukur bukan berarti berhenti berusaha. Ketika rezeki yang diharapkan belum datang, ikhtiar tetap perlu dilakukan dengan memperkuat ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT.
“Sering-seringlah merayu Sang Pencipta, taat dengan aturan Allah dan menjauhi larangan Allah,” jelasnya.
Umi Fitria juga mengingatkan pentingnya introspeksi dan memohon ampun ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, setiap manusia memiliki waktu dan ketentuan rezeki masing-masing sehingga hasil yang belum sesuai dengan harapan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berputus asa.
Kesabaran dan ketekunan dalam menjalani proses menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Seseorang tetap perlu berikhtiar, bersabar, dan menjaga hubungan dengan Allah SWT sembari menerima setiap ketentuan yang diberikan.
Melalui SAPA UMI, Insania FM mengajak Sahabat Insania memahami bahwa rezeki bukan sekadar tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi juga tentang seberapa mampu seseorang menyadari, mensyukuri, dan menjaga setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT.