Peran relawan kemanusiaan tidak berhenti pada penanganan darurat ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan sebelum bencana hingga pendampingan masyarakat dalam proses pemulihan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Hal tersebut dibahas dalam program RadioTalk Insania FM Makassar 100,8 FM bertajuk “Relawan Kemanusiaan, Siap Sebelum Bencana, Hadir Saat Dibutuhkan”, Jumat (2/10/2026), bersama Pelaksana Tugas Pimpinan Kantor Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan.
Dalam perbincangan tersebut, Nurhasnaini menjelaskan bahwa kerja kerelawanan mencakup tiga fase utama, yakni prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Setiap fase membutuhkan persiapan dan keterampilan berbeda agar relawan dapat membantu masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, kesiapan relawan perlu dibangun sebelum bencana terjadi melalui pelatihan fisik dan mental, peningkatan keterampilan, sertifikasi sesuai bidang, hingga pemahaman mengenai manajemen posko dan pertolongan pertama. Niat baik saja tidak cukup tanpa pengetahuan dan kemampuan yang memadai.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan tidak selesai ketika masa tanggap darurat berakhir. Pada fase pemulihan, penyintas masih membutuhkan pendampingan untuk kembali menjalani kehidupan, mulai dari pemulihan ekonomi dan pertanian, dukungan pendidikan, pembangunan hunian sementara, hingga pendampingan psikososial bagi anak-anak.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi bagian penting dalam mengatur pergerakan relawan dan distribusi bantuan. Koordinasi diperlukan agar bantuan lebih merata dan tidak terkonsentrasi di satu lokasi saja.
Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan sesuai kemampuan masing-masing. Kontribusi dapat dilakukan melalui dukungan donasi lewat lembaga terpercaya, kepedulian terhadap sesama, maupun mengikuti pelatihan kerelawanan.
Melalui RadioTalk ini, Insania FM Makassar mengangkat pentingnya membangun budaya siaga dan memperkuat peran masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kesiapan sejak dini dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memastikan penyintas tidak menghadapi masa pemulihan sendirian.