Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo, mencatat sekitar 97 kasus malaria selama Januari hingga Oktober 2026. Upaya pengendalian terus dilakukan melalui pemeriksaan dini, survei migrasi malaria, edukasi masyarakat, dan penguatan langkah pencegahan penularan.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Limboto, Hendra Tuna, bersama penanggung jawab program malaria, Ferawati Mabunga, dalam program Insania Peduli Kemanusiaan (IPK) Radio Insania.
Ferawati menjelaskan, dari total kasus yang tercatat, sekitar 50 kasus ditemukan melalui pemeriksaan di rumah sakit, sedangkan 47 kasus lainnya ditemukan di Puskesmas. Ia menyebutkan, seluruh kasus yang terdata tersebut telah mendapatkan pengobatan.
Salah satu perhatian dalam pengendalian malaria adalah masyarakat yang bekerja atau bepergian ke wilayah pertambangan berisiko tinggi. Untuk mendeteksi kemungkinan kasus yang belum ditemukan, Puskesmas Limboto melakukan survei migrasi malaria terhadap masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemis.
Hendra menjelaskan, malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejalanya dapat berupa demam disertai menggigil, sakit kepala, badan lemas, mual, hingga muntah.
Karena gejala malaria dapat menyerupai penyakit lain, masyarakat diimbau tidak mengabaikan keluhan yang muncul, terutama setelah bepergian ke wilayah berisiko. Pemeriksaan sejak dini penting agar penyakit dapat segera diketahui dan ditangani.
Puskesmas Limboto menyediakan pemeriksaan malaria secara gratis selama jam pelayanan. Namun, petugas masih menghadapi kendala berupa penolakan pemeriksaan dari sebagian pekerja tambang yang khawatir terhadap pengambilan sampel darah. Karena itu, pendekatan dan edukasi terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini.
Selain pemeriksaan, pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu saat tidur, memakai losion antinyamuk, serta mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga dianjurkan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi serta menjaga kebersihan lingkungan melalui kerja bakti rutin.
Pengendalian malaria membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah setempat, hingga masyarakat. Dengan meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala, dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, risiko penularan diharapkan dapat ditekan.
Melalui program Insania Peduli Kemanusiaan, Radio Insania terus menghadirkan informasi kesehatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Edukasi mengenai malaria diharapkan dapat mendorong masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga serta mendukung upaya pengendalian malaria di lingkungan sekitar.