Puasa Teto adalah puasa setengah hari. Istilah ini berkonotasi positif dan sangat populer di Maluku Utara. Lazimnya disematkan kepada anak-anak yang belum baligh dan sedang dilatih berpuasa. Namun, istilah Puasa Teto dan konotasinya dapat berubah menjadi negatif seperti sindiran jika dilakukan oleh orang dewasa yang sengaja membatalkan puasa mereka atas kehendak sendiri serta alasan yang mengada-ada, dan bukan karena sakit atau keadaan lain yang terjadi di luar kendali mereka.