Membangun generasi muda yang sehat menjadi investasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental jika tidak disikapi dengan bijak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk, Dr. Ramli Bidullah, S.K.M., M.Kes, dalam program Radiotalk Afterday di 92,5 FM Insania Luwuk yang mengangkat tema “Perilaku Sehat Remaja Menuju Generasi Emas.”

Menurut Dr. Ramli, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus menjadi bagian dari keseharian remaja. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, rutin beraktivitas fisik, menjaga kebersihan diri, dan mengelola stres menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Ia menjelaskan bahwa remaja berusia 10 hingga 24 tahun merupakan kelompok yang akan memegang peranan besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, kesehatan sejak usia muda perlu menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, perkembangan era digital menghadirkan tantangan baru. Tingginya konsumsi makanan cepat saji, berkurangnya aktivitas fisik akibat penggunaan gadget yang berlebihan, kebiasaan merokok maupun menggunakan vape, serta tekanan media sosial seperti fenomena fear of missing out (FOMO), dinilai meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Dampaknya tidak hanya berupa obesitas dan diabetes, tetapi juga meningkatnya kasus gangguan ginjal pada usia muda akibat pola hidup yang kurang sehat.

Dr. Ramli juga meluruskan anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok. Menurutnya, kedua produk tersebut sama-sama mengandung nikotin yang dapat menimbulkan ketergantungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak para remaja memulai perubahan melalui kebiasaan sederhana, seperti sarapan bergizi, menerapkan pola tidur yang teratur, menjaga kesehatan reproduksi, serta tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami gangguan kecemasan atau masalah kesehatan mental.

Menurutnya, upaya membentuk generasi yang sehat tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat perlu berkolaborasi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya perilaku hidup sehat di kalangan remaja.

Menutup perbincangan, Dr. Ramli mengingatkan para remaja, khususnya di Kabupaten Banggai, agar menyadari peran strategis mereka sebagai penerus bangsa. Dengan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini, generasi muda diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.



Nurul Dalillah