Pengembangan pariwisata di Kabupaten Banggai didorong untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, perlindungan budaya lokal, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Alfian Q. Ahmad, SS., dalam Radio Talk program Inspirasi Siang 92,5 Insania FM Luwuk.

Menurut Alfian, konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan harus bertumpu pada tiga aspek utama, yakni lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Ketiganya perlu berjalan secara seimbang agar sektor pariwisata dapat berkembang dalam jangka panjang.

Dari sisi lingkungan, pengelolaan destinasi perlu memperhatikan daya dukung alam. Salah satunya dilakukan di Pantai Kilo 5 yang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk menjaga ekosistem laut, pengelolaan kawasan dilakukan melalui pengaturan zonasi yang memisahkan area berenang, lintasan wahana air, serta kawasan terumbu karang yang harus dilindungi dari aktivitas wisata.

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi. Masyarakat di sekitar kawasan wisata maupun wisatawan diimbau memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Alfian juga menekankan pentingnya mempertahankan keaslian destinasi berbasis alam. Pembangunan infrastruktur pendukung diharapkan tidak selalu mengandalkan betonisasi, tetapi dapat menggunakan material yang lebih menyatu dengan lingkungan, seperti kayu, batu, maupun jalan setapak.

Dari sisi sosial dan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis. Masyarakat diberikan pelatihan mengenai hospitality, pengembangan kuliner dan UMKM, pengemasan suvenir, hingga peningkatan kemampuan sebagai pemandu wisata.

Pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata juga dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Penguatan sumber daya manusia juga menyasar generasi muda melalui program Pariwisata Goes to School. Program ini memberikan pemahaman kepada siswa SMK jurusan pariwisata mengenai hospitality, ekonomi kreatif, serta peluang pariwisata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Alfian mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah berperan dalam pengelolaan dan pembinaan, masyarakat menjaga lingkungan dan destinasi, pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, sementara wisatawan diharapkan menjadi wisatawan yang bijak dengan mematuhi aturan.

Dengan kesadaran bersama, pengembangan pariwisata di Kabupaten Banggai diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga menjaga destinasi tetap lestari, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal.



Nurul Dalillah