Menjadi pribadi yang dirindukan surga tidak hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan, gemar berbagi, membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, serta membiasakan diri berpuasa menjadi bagian dari amalan yang dapat membentuk pribadi dekat dengan nilai-nilai kebaikan.
Hal tersebut dibahas dalam RadioTalk program SAPA UMI (Siaran Asuhan Penuh Amanah) 92,5 Insania FM Luwuk, bersama Umi Fitria Yusuf, Direktur Bidang Usaha sekaligus Pengasuh Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, dalam episode perdana bertajuk “Menjadi Pribadi yang Dirindukan Surga”.
Umi Fitria menjelaskan, terdapat empat golongan yang dirindukan surga, yakni orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, mampu menjaga lisannya, gemar memberi makan atau membantu sesama, serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan.
“Menjadi pribadi yang dirindukan surga tidak berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga tercermin dari akhlak ketika berinteraksi dengan orang lain,” ujar Umi Fitria.
Menurutnya, kerendahan hati, kelembutan, kesantunan, dan sikap istiqomah menjadi bagian penting dalam membangun karakter seorang muslim.
Pesan tentang menjaga lisan juga dinilai semakin relevan di tengah kehidupan yang terhubung melalui media sosial. Menurut Umi Fitria, lisan tidak hanya berkaitan dengan perkataan, tetapi juga apa yang ditulis dan dibagikan di ruang digital.
“Menjaga lisan pada zaman sekarang juga berarti menjaga tulisan, komentar, unggahan, dan pesan yang kita bagikan di media sosial,” katanya.
Ia mengingatkan, komentar, unggahan, maupun pesan yang dibuat tanpa pertimbangan dapat menyakiti perasaan orang lain. Selain itu, penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong dapat muncul ketika seseorang terlalu sering membandingkan kehidupannya dengan orang lain.
“Media sosial jangan sampai membuat kita lupa mensyukuri apa yang telah dimiliki,” tutur Umi Fitria.
Karena itu, masyarakat diajak memperbanyak amal saleh, termasuk bersedekah dan membantu sesama, sekaligus menjaga hati dari sifat-sifat yang dapat merusak hubungan dengan Allah maupun dengan manusia.
Dalam perbincangan tersebut, kehidupan Rasulullah SAW turut menjadi teladan dalam membangun akhlak. Kesabaran, kelembutan, kepedulian, dan keteguhan dalam menjalankan kebaikan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui SAPA UMI, Insania FM mengajak Sahabat Insania untuk tidak hanya memahami ajaran Islam sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam bersikap dan berinteraksi.
Sebab, menjadi pribadi yang dirindukan surga bukan tentang terlihat sempurna di hadapan manusia, melainkan tentang terus memperbaiki diri, menjaga hati, memperbanyak amal saleh, dan menjalani kehidupan dengan berserah diri kepada Allah.