Mewujudkan masyarakat yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar pelayanan medis. Edukasi, pemerataan akses kesehatan, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan kesehatan di Kabupaten Banggai.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banggai, dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR, M.Ked.Klin, menegaskan bahwa IDI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga mitra strategis yang terlibat langsung dalam upaya membangun masyarakat sehat. Komitmen ini menjadi bagian dari visi kepengurusan IDI Banggai periode 2025–2028.
IDI Banggai saat ini memiliki sekitar 160 anggota, terdiri atas 41 dokter spesialis dan dokter umum. Namun, ketersediaan tenaga medis tersebut masih dihadapkan pada tantangan pemerataan layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas dan akses kesehatan.
Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, IDI berencana menggelar bakti sosial hingga ke wilayah pelosok. Melalui kegiatan ini, dokter spesialis diharapkan dapat menjangkau warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis tertentu.
Pemerataan tenaga dokter juga menjadi perhatian. IDI mendorong sinergi dengan Dinas Kesehatan, termasuk dalam mengoptimalkan distribusi dokter di puskesmas dan memperhatikan insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil.
Selain pelayanan medis, IDI Banggai akan memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui edukasi kesehatan. Kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, dinas terkait, dan organisasi olahraga menjadi bagian dari rencana untuk menanamkan pemahaman tentang pola hidup sehat, pencegahan penyakit, serta pertolongan pertama sejak dini.
IDI juga menggagas pembentukan desa binaan yang melibatkan berbagai profesi kesehatan. Pendekatan lintas profesi ini diharapkan membuat edukasi dan pelayanan kesehatan lebih terpadu serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan masa kepengurusan yang terbatas hingga 2028, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menerjemahkan visi organisasi ke dalam perubahan yang terukur. IDI Banggai berharap upaya tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan serta mendukung penurunan kasus penyakit, termasuk tuberkulosis (TBC).
Bagi dr. Budiyanto, keberadaan IDI harus semakin mendekatkan masyarakat pada layanan kesehatan, bukan membuat mereka takut untuk berobat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan, sekecil apa pun, karena deteksi dan penanganan sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Membangun Banggai Sehat pada akhirnya membutuhkan keterlibatan bersama. Pelayanan yang lebih merata, edukasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dan lebih peduli terhadap kesehatannya.