Kecemasan dapat dialami siapa saja, mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa. Namun, ketika kekhawatiran berlangsung berlebihan dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mengenali gejalanya dan mempertimbangkan bantuan profesional.
Hal ini dibahas dalam program RadioTalk Inspirasi Siang Radio Insania bersama dr. Anang Wahyu Jn., Sp.KJ., Dokter Spesialis Jiwa RSUD Luwuk Banggai.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang disampaikan pada Maret 2026, sekitar 338 ribu anak atau 4,4 persen dari sekitar 7 juta anak yang menjalani skrining kesehatan mental melalui program Cek Kesehatan Gratis periode 2025–2026 menunjukkan gejala kecemasan.
dr. Anang menjelaskan, kecemasan terkadang tidak disadari oleh orang yang mengalaminya. Kekhawatiran berlebihan, terus-menerus memikirkan berbagai hal, hingga perubahan perilaku yang mengganggu aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola tidur, pola makan, serta mengatur aktivitas dan pola pikir untuk membantu memelihara kesehatan fisik maupun mental.
Menurutnya, generasi muda juga rentan mengalami kecemasan. Penggunaan gawai berlebihan dan kurangnya interaksi dengan lingkungan sekitar menjadi hal yang perlu diperhatikan, sehingga dukungan orang tua dan pola asuh yang tepat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental anak.
Menutup perbincangan, dr. Anang mengajak masyarakat untuk tidak membebani diri dengan ambisi berlebihan, belajar menerima kenyataan, dan mensyukuri hal-hal yang dimiliki. Ia juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang mengalami gejala kecemasan dan membutuhkan bantuan profesional.
Melalui perbincangan ini, Radio Insania mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, mengenali gejala sejak dini, dan tidak ragu mencari bantuan ketika diperlukan.