Membangun keluarga harmonis membutuhkan pondasi agama, komunikasi yang sehat, serta sikap saling memahami antara suami, istri, dan anak. Keharmonisan juga perlu dibangun melalui kebiasaan saling menyayangi, menghargai, dan memperbaiki diri.
Hal tersebut disampaikan Umi Fitria Yusuf, Direktur Bidang Usaha sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk, Banggai, dalam program RadioTalk Sapa Umi & Abi dengan topik “Membangun Keluarga Harmonis” dan tagline “Teman Umi, Sahabat Abi, Menginspirasi Keluarga.”
Umi Fitria mengingatkan pesan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Tirmidzi tentang pentingnya memperlakukan keluarga dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kehidupan rumah tangga membutuhkan kemauan setiap anggota keluarga untuk terus memperbaiki diri karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.
Dalam perspektif Islam, keluarga harmonis dibangun melalui niat berumah tangga dengan menghadirkan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah, disertai pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, pendidikan anak, serta kemampuan menghadapi konflik dengan baik.
Menurut Umi, konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, persoalan perlu dihadapi dengan kelembutan, keterbukaan, kesabaran, dan kemauan mencari solusi bersama.
Komunikasi menjadi salah satu kunci dalam menjaga hubungan keluarga. Suami dan istri perlu saling mendengarkan serta memberikan ruang untuk menyampaikan perasaan dan keluhan. Di sisi lain, orang tua juga perlu menjadi teladan dalam kehidupan anak, termasuk dalam pendidikan agama dan penggunaan teknologi.
Di tengah kehidupan digital, Umi mengingatkan pentingnya aturan penggunaan gawai di dalam keluarga. Ketika berkumpul, orang tua perlu memberikan contoh dengan mengurangi penggunaan gadget agar waktu bersama tetap menjadi ruang untuk berkomunikasi.
Ketika perbedaan muncul, pasangan suami istri perlu mengedepankan saling pengertian, kesediaan untuk mengalah, memaafkan, serta menerima kekurangan dan kelebihan pasangan.
Melalui Sapa Umi & Abi, Sahabat Insania diajak memahami bahwa keluarga harmonis bukan berarti keluarga yang tanpa masalah, melainkan keluarga yang terus belajar memahami, memperbaiki diri, dan menjaga hubungan dengan kasih sayang.