Produktivitas di dunia kerja tidak semestinya diukur dari seberapa sibuk seseorang terlihat, tetapi dari kualitas hasil kerja yang mampu dihasilkan. Di tengah tuntutan target, beban pekerjaan, dan dinamika lingkungan kantor, kemampuan mengelola diri menjadi salah satu kunci untuk menjaga kinerja sekaligus mendukung perkembangan karier. Hal tersebut disampaikan I Putu Andre Juliana, S.E., M.M., penulis sekaligus Dosen Program Studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tompotika Luwuk, dalam Radiotalk Inspirasi Siang Insania FM, Jumat (14/8).
Dalam perbincangan tersebut, Andre menjelaskan bahwa tekanan di dunia kerja tidak selalu disebabkan oleh ketidakmampuan pekerja dalam mengelola diri. Lingkungan dan sistem kerja yang tidak sehat juga dapat menjadi sumber tekanan, seperti pembagian tugas yang tidak seimbang, beban kerja yang tidak proporsional, hingga arahan pekerjaan yang tidak jelas.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan maupun organisasi. Namun, di sisi lain, pekerja tetap dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap profesional dengan memahami prioritas serta menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Andre juga mengingatkan pekerja agar tidak terjebak menjadi yes man atau people pleaser di lingkungan profesional. Kebiasaan menerima terlalu banyak pekerjaan di luar kapasitas dan prioritas dapat membuat beban kerja menumpuk, mengganggu fokus, hingga berdampak pada kualitas pekerjaan dan perkembangan karier.
“Produktivitas bukan tentang terlihat sibuk, tetapi tentang hasil kerja,” menjadi salah satu prinsip yang ditekankan Andre dalam mengelola diri di dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa dedikasi seorang pekerja tidak semata-mata dapat dilihat dari seberapa cepat membalas pesan atasan atau seberapa sering terlihat aktif secara daring. Komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam pekerjaan, tetapi kualitas hasil atau output tetap menjadi salah satu ukuran utama dalam melihat kinerja.
Kemampuan memimpin diri sendiri juga dinilai menjadi fondasi sebelum seseorang mampu memimpin orang lain. Andre mengatakan, kebiasaan sederhana seperti menjaga disiplin, menentukan target harian, melakukan evaluasi terhadap pekerjaan, serta terus belajar dapat membantu membentuk pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi tuntutan profesional.
Menurutnya, ketangguhan dalam bekerja bukan berarti seseorang harus mampu menahan seluruh tekanan yang datang. Ketangguhan justru ditunjukkan melalui kemampuan mengenali tekanan dan meresponsnya dengan cara yang tepat sehingga persoalan tidak terus menumpuk dan mengganggu kinerja.
Selain keterampilan, Andre menilai attitude atau sikap juga menjadi modal penting dalam dunia profesional. Kemampuan teknis dapat terus dipelajari dan dikembangkan, sementara sikap serta karakter membutuhkan proses pembentukan yang lebih panjang melalui pengalaman dan kebiasaan.
Karena itu, pekerja perlu membangun keseimbangan antara kemampuan profesional dengan karakter yang mendukung lingkungan kerja yang sehat. Mengetahui batas kemampuan, berani menentukan prioritas, dan tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan menjadi bagian dari kemampuan mengelola diri yang perlu dibangun secara konsisten.
Menutup Radiotalk Inspirasi Siang, Andre mengingatkan bahwa kesuksesan dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh besarnya gaji maupun jabatan yang berhasil dicapai. Pertumbuhan diri, kemauan untuk terus belajar, kemampuan menjadi pribadi yang bernilai, serta keinginan memberikan manfaat bagi orang lain juga menjadi bagian penting dari perjalanan profesional seseorang.