Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat akibat kabut asap yang semakin tebal. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah dan pembukaan lahan tanpa pengendalian dapat memperburuk risiko kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong, Dewi Retno, menyampaikan bahwa asap di sejumlah wilayah semakin pekat, seiring meningkatnya titik api yang dilaporkan di beberapa distrik.
Menurutnya, selain kondisi cuaca kering, kebiasaan membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar turut memicu kebakaran. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menggunakan lahan secara aman menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Penanganan karhutla dilakukan melalui satuan tugas gabungan yang melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta pemerintah provinsi. Namun, petugas masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan armada pemadam, panjang selang yang belum memadai untuk menjangkau lokasi tertentu, serta sulitnya memperoleh pasokan air akibat kekeringan.
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan belajar di sejumlah sekolah dilaporkan dialihkan secara daring, sementara paparan asap meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia.
Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem dan tanah, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan serta kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Penanganannya membutuhkan kesiapsiagaan petugas sekaligus keterlibatan warga dalam mencegah sumber kebakaran.
BPBD Kabupaten Sorong mengimbau masyarakat untuk menghentikan pembakaran sampah maupun lahan, khususnya dalam kondisi cuaca kering. Pencegahan sejak awal menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan melindungi kesehatan warga.
Ketika api meluas, dampaknya tidak berhenti di lahan yang terbakar. Asap dapat menjangkau permukiman dan mengganggu kehidupan banyak orang. Karena itu, menjaga lingkungan dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama.