Menjaga kelestarian laut merupakan bagian dari jihad ekologis yang bertujuan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Pesan tersebut disampaikan Guru Besar UIN Alauddin Makassar sekaligus Pengurus Komisi Fatwa MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Azman, M.Ag., dalam segmen MorningTalk di Insania in The Morning bertema “Jihad Ekologi: Menjaga Laut, Menyelamatkan Manusia.”

Dalam radiotalk tersebut, Prof. Azman menjelaskan bahwa laut merupakan anugerah Allah SWT yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Selain menjadi sumber pangan, laut juga menyediakan berbagai kandungan gizi, seperti omega-3, vitamin D, protein, yodium, dan mineral yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mendukung perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurutnya, menjaga laut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga sejalan dengan tujuan syariat Islam (maqasid syariah), yakni menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Karena itu, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk merawat alam dan mencegah segala bentuk kerusakan lingkungan.

Prof. Azman menilai, tantangan terbesar dalam menjaga laut Indonesia saat ini bukan semata-mata persoalan pencemaran, melainkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut. Berdasarkan pengalamannya di berbagai wilayah pesisir, ia masih menemukan praktik membuang sampah ke laut, penangkapan ikan dengan bahan peledak, serta penggunaan zat kimia yang merusak terumbu karang dan habitat biota laut.

“Apa yang kita rusak pada akhirnya akan kembali merugikan diri kita sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga laut harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah perlu terus memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat, sementara setiap individu dapat memulai dari langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah ke laut, menjaga kebersihan pantai, serta mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan pesisir.

Lebih lanjut, Prof. Azman menjelaskan bahwa makna jihad dalam Islam tidak terbatas pada perjuangan fisik, tetapi juga mencakup ikhtiar menjaga kelestarian alam sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Menutup perbincangan, Prof. Azman mengajak masyarakat untuk semakin mencintai laut melalui berbagai aktivitas positif, seperti berenang, snorkeling, dan menyelam, tanpa mengabaikan tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestariannya. Menurutnya, kepedulian terhadap laut harus menjadi budaya bersama agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.



Musliadi