Ide kreatif dapat berkembang menjadi peluang bisnis ketika mampu menjawab kebutuhan pasar dan terus dikembangkan. Hal tersebut dilakukan Nada Rahmi Safira Julyanti melalui Nadir.Things, UMKM asal Kabupaten Banggai yang memproduksi berbagai aksesori seperti manik-manik, strap handphone, bag charm, hingga blind box.
Dalam program Inspirasi Siang Insania FM Luwuk, Nada menceritakan perjalanan Nadir.Things yang pertama kali berdiri pada 2018 dengan fokus pada industri fashion. Perubahan tren kemudian mendorongnya menyesuaikan arah usaha hingga dalam tiga tahun terakhir lebih fokus mengembangkan produk aksesori.
Nada mengatakan, keberanian menjadi modal awal ketika dirinya memulai bisnis. Menurutnya, pelaku usaha perlu terlebih dahulu memastikan produk yang ditawarkan dapat diterima dan disukai konsumen, sementara keuntungan akan mengikuti proses yang dijalankan.
Kemampuan membaca tren menjadi salah satu kunci Nadir.Things mempertahankan bisnis. Selain mengutamakan tampilan, produk yang ditawarkan juga berusaha memiliki fungsi dan memberikan pengalaman bagi pelanggan, salah satunya melalui handler tumbler yang dibuat menarik sekaligus fungsional.
Konsep custom kemudian menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar. Konsumen dapat memilih sendiri manik-manik dan merancang gelang, kalung, maupun strap handphone sesuai dengan selera masing-masing.
Konsep tersebut membuat produk Nadir.Things tidak hanya diminati anak-anak dan remaja, tetapi juga berbagai kelompok usia. Pelanggan dapat membuat aksesori dengan harga yang relatif fleksibel, mulai dari ribuan rupiah, tergantung jenis manik yang digunakan seperti plastik, akrilik, kaca, hingga clay.
Media sosial juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Konten yang menarik dan unik menjadi bagian dari strategi pemasaran sekaligus upaya mendorong minat pembelian.
Namun, mengikuti tren bukan tanpa tantangan. Nadir.Things harus rutin memperbarui stok manik-manik dan menciptakan desain baru karena tidak semua tren dapat diterima pasar. Kreativitas dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting agar produk tetap memiliki daya tarik.
Dukungan pemerintah melalui berbagai kegiatan dan pameran UMKM turut membantu memperluas jangkauan pasar. Salah satunya melalui keterlibatan Nadir.Things dalam perayaan HUT Kabupaten Banggai 2026, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat hingga mencoba langsung proses meronce.
Nada mengajak anak muda untuk berani melihat peluang dan tidak takut memulai usaha. Menurutnya, risiko merupakan bagian dari perjalanan bisnis, sementara konsistensi dan kemauan untuk terus berinovasi menjadi modal penting agar usaha dapat terus bertahan dan berkembang.
Bagi Nada, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang unik, tetapi juga bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai dan mampu menjawab kebutuhan konsumen.