Duta Wisata Provinsi Sulawesi Tengah 2026, Ahmad Abdul Gani dan Merlin Sintiya Yasa, mengajak generasi muda untuk aktif mempromosikan potensi pariwisata dan melestarikan budaya daerah melalui kreativitas serta pemanfaatan media digital.
Ajakan tersebut disampaikan dalam program Radio Talk bertema “Muda Berkarya, Budaya Terjaga, Pariwisata Berdaya”, yang membahas peran anak muda dalam memperkenalkan destinasi wisata sekaligus menjaga warisan budaya lokal.
Sulawesi Tengah memiliki beragam destinasi menarik, di antaranya Pulau Dua di Banggai, Air Terjun Piala di Luwuk, dan Paisupok di Kabupaten Banggai Kepulauan. Potensi ini dinilai perlu diperkenalkan lebih luas melalui konten kreatif dan media sosial.
Merlin Sintiya Yasa menyampaikan bahwa kekayaan pariwisata daerah tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga cerita dan keunikan lokal yang belum banyak dikenal masyarakat.
Sementara itu, Ahmad Abdul Gani menilai media sosial membuka peluang bagi generasi muda, termasuk kreator konten dan influencer, untuk mempromosikan destinasi wisata. Namun, kreativitas perlu terus dikembangkan di tengah keterbatasan sarana produksi konten.
Menurut Gani, promosi pariwisata juga harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Generasi muda dapat mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai lokal.
Salah satu upaya yang dilakukan Duta Wisata Sulawesi Tengah adalah melalui program Narasa, yang berfokus pada pengenalan kembali pariwisata dan kebudayaan, termasuk melalui permainan tradisional.
Selain promosi, peningkatan akses menuju destinasi wisata juga dinilai penting untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi wisatawan.
Ke depan, Duta Wisata Sulawesi Tengah akan mengikuti ajang kompetisi di Bali. Dukungan masyarakat diharapkan dapat membantu mereka memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Sulawesi Tengah ke tingkat yang lebih luas.
Melalui kreativitas dan kolaborasi generasi muda, pariwisata daerah diharapkan semakin dikenal, sementara budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.