Merasa sehat bukan berarti tubuh benar-benar terbebas dari penyakit. Sejumlah penyakit justru dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala hingga kondisinya semakin parah. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini.

Hal tersebut disampaikan dr. Wahyudi, Dokter Umum Puskesmas Tangeban, Kecamatan Masama, dalam RadioTalk Inspirasi Siang Insania FM Luwuk, Jumat (14/8). Ia menganjurkan masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun, meskipun tidak sedang mengalami keluhan.

Menurut dr. Wahyudi, masih ada masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan karena khawatir hasil pemeriksaan justru menimbulkan stres apabila ditemukan penyakit. Padahal, semakin cepat suatu penyakit diketahui, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan.

Di Puskesmas Tangeban, hipertensi dan diabetes menjadi sejumlah penyakit tidak menular yang cukup banyak ditemukan. Kondisi tersebut juga mulai ditemukan pada kelompok usia muda.

Salah satu kasus hipertensi bahkan ditemukan pada seorang remaja putri yang datang dengan kondisi wajah membengkak. Setelah menjalani pemeriksaan, remaja tersebut diketahui mengalami hipertensi. Kebiasaan mengonsumsi mi instan dan makanan tinggi garam menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

dr. Wahyudi mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi garam sekitar lima gram atau satu sendok teh per hari. Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Pemeriksaan kesehatan juga menjadi pintu masuk untuk menemukan penyakit yang tidak selalu menunjukkan gejala. Di Puskesmas Tangeban, misalnya, ditemukan kasus infeksi menular seksual seperti sifilis dan HIV. Sementara bagi perempuan, tersedia pemeriksaan IVA dan HPV DNA sebagai bagian dari upaya deteksi dini kanker serviks.

Salah satu kasus kanker serviks ditemukan pada seorang ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak merasakan keluhan. Setelah menjalani pemeriksaan, ditemukan adanya infeksi pada mulut rahim. Pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit dan diketahui kondisinya telah berkembang menjadi kanker serviks.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa menunggu munculnya gejala dapat membuat penyakit terlambat diketahui. Pemeriksaan secara berkala memungkinkan kondisi kesehatan ditemukan lebih awal sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.

Upaya pemeriksaan kesehatan juga dilakukan melalui posyandu remaja. Salah satu kondisi yang cukup banyak ditemukan pada remaja putri adalah anemia, terutama saat menstruasi. Jika tidak ditangani, anemia dapat menyebabkan tubuh lemas, pucat, mudah pingsan, hingga menurunkan konsentrasi saat belajar.

dr. Wahyudi menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada mengetahui hasil pemeriksaan. Masyarakat perlu menindaklanjutinya dengan menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, serta mengonsumsi obat secara teratur apabila ditemukan penyakit yang membutuhkan pengobatan.

Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang. Memiliki harta dan berbagai pencapaian akan kehilangan makna apabila kesehatan tidak menjadi prioritas.

Karena itu, mengenali kondisi tubuh sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah penyakit berkembang tanpa disadari.

RadioTalk Inspirasi Siang Insania FM Luwuk menghadirkan berbagai pembahasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk informasi kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.



Nurul Dalillah