Bonus demografi menjadi salah satu peluang terbesar yang dimiliki Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika generasi muda dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan dalam program Inspirasi Siang Insania FM Radio Network yang menghadirkan Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ulfah Maghfira, S.Psi, bersama akademisi Universitas Khairun sekaligus public speaker, Mardania Ghazali, S.H., M.H.

Ulfah menjelaskan, Maluku Utara saat ini berada pada fase bonus demografi dengan angka ketergantungan sebesar 46,21. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 46 penduduk usia nonproduktif.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat langka. Jika generasi muda memiliki pendidikan, kesehatan, dan keterampilan yang baik, bonus demografi akan menjadi kekuatan besar bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, BKKBN terus menjalankan berbagai program seperti Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Generasi Berencana (GenRe) sebagai upaya membekali remaja dengan pengetahuan tentang kependudukan, kesehatan reproduksi, serta perencanaan masa depan.

Sementara itu, Mardania Ghazali mengajak generasi muda agar tidak menyia-nyiakan peluang yang ada. Menurutnya, investasi terbaik saat ini adalah terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, menjaga kesehatan, membangun karakter, serta memanfaatkan media sosial untuk belajar dan mengembangkan potensi.

Melalui radiotalk tersebut, kedua narasumber berharap generasi muda, khususnya di Maluku Utara, dapat menjadi pelaku utama pembangunan. Bonus demografi bukan sekadar tentang banyaknya penduduk usia produktif, tetapi tentang bagaimana mereka mampu berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia menuju 2045.



Arie Erffandy