Pembentukan karakter, tanggung jawab, dan jati diri pada anak laki-laki perlu dilakukan sejak usia dini dengan memperhatikan fitrah serta tahapan perkembangan anak. Proses tersebut membutuhkan pendampingan dan pembiasaan yang konsisten dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Dr. Karmila P. Lamadang, S.H., M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan Program Studi Pendidikan Pedagogi S2 dan Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Luwuk dalam program radiotalk Indonesiana, Senin (10/8).

Dalam perbincangan tersebut, Karmila menjelaskan bahwa karakter anak laki-laki perlu ditumbuhkan sesuai dengan fitrahnya sebagai anak laki-laki. Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan proses pengasuhan, pendampingan, serta pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus oleh orang tua.

Menurut Karmila, salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua adalah memberikan ruang kepada anak untuk belajar bertanggung jawab melalui kebiasaan sederhana. Anak dapat mulai dilibatkan dalam tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, lingkungan, maupun tugas-tugas sehari-hari yang disesuaikan dengan usia dan kemampuannya.

Pemberian tanggung jawab sejak dini dinilai dapat membantu anak memahami konsekuensi dari setiap tugas yang diberikan. Dalam proses tersebut, orang tua memiliki peran penting untuk mendampingi sekaligus memberikan kesempatan kepada anak agar dapat belajar menjalankan tanggung jawabnya secara bertahap.

Selain karakter dan tanggung jawab, pembentukan jati diri juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak laki-laki. Karmila menekankan perlunya orang tua memberikan pemahaman mengenai identitas anak laki-laki sesuai dengan fitrahnya agar proses pendidikan dan pengasuhan tidak mengabaikan pembentukan jati diri.

Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan perilaku pada laki-laki di masa sekarang salah satunya dapat berkaitan dengan pola pendidikan dalam membentuk jati diri sejak usia dini. Karena itu, orang tua perlu memberikan pendampingan yang tepat sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pembentukan karakter juga tidak hanya berlangsung melalui nasihat, tetapi melalui contoh dan kebiasaan yang ditemui anak dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi orang tua dalam mendampingi anak menjadi bagian penting agar nilai tanggung jawab dan karakter dapat tumbuh secara bertahap.

Menutup radiotalk Indonesiana, Karmila mengajak para orang tua untuk senantiasa mendampingi anak laki-laki dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Menurutnya, anak laki-laki merupakan calon pemimpin di masa depan sehingga pendidikan karakter, pembentukan jati diri, dan penanaman rasa tanggung jawab sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih baik dan turut menentukan masa depan bangsa.



Fitri Kireina