Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan investasi kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan hingga anak tumbuh dewasa. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Inspirasi Siang di 92,5 Insania FM Luwuk yang menghadirkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Banggai, Bd. Nani Rusdawati Hasan, S.Keb., S.K.M., sebagai narasumber dalam sebuah radiotalk.

Dalam radiotalk tersebut, Nani menjelaskan bahwa ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan maupun minuman lain. Menurutnya, kandungan nutrisi dalam ASI bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan kebutuhan bayi sesuai tahap pertumbuhannya. Kolostrum yang keluar pada masa awal menyusui juga memiliki peran penting dalam melindungi saluran pencernaan bayi sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi.

Ia menambahkan, ASI memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh susu formula. Selain mengandung antibodi alami, ASI juga memiliki risiko lebih rendah memicu alergi karena komposisinya terus menyesuaikan perkembangan bayi dari waktu ke waktu.

Nani juga mengingatkan para ibu agar tidak panik apabila ASI belum keluar sesaat setelah proses persalinan. Kondisi tersebut merupakan proses fisiologis yang dipengaruhi perubahan hormon dan umumnya berlangsung selama dua hingga tiga hari. Karena itu, kontak kulit antara ibu dan bayi segera setelah lahir sangat dianjurkan untuk membantu memperlancar proses menyusui sejak dini.

Selain edukasi kepada ibu, peran tenaga kesehatan dan keluarga dinilai sangat menentukan keberhasilan program ASI eksklusif. Menurut Nani, bidan perlu memberikan pendampingan yang empatik untuk meluruskan berbagai mitos seputar ASI, seperti anggapan bahwa kolostrum merupakan ASI basi atau ukuran payudara menentukan banyaknya produksi ASI. Ia juga menekankan pentingnya pola makan bergizi, istirahat yang cukup, serta dukungan ayah sebagai breastfeeding father agar ibu dapat menyusui secara optimal, termasuk bagi ibu yang tetap bekerja.

Menutup radiotalk, Nani mengajak seluruh keluarga untuk bersama-sama mendukung pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Dengan edukasi yang tepat, lingkungan yang mendukung, dan komitmen orang tua, setiap tetes ASI diharapkan menjadi bekal terbaik bagi tumbuh kembang anak sekaligus investasi kesehatan yang manfaatnya akan dirasakan hingga masa depan.



Nurul Dalillah