Kualitas udara di Makassar dan sekitarnya mengalami penurunan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta.
Persoalan tersebut dibahas dalam program RadioTalk Insania FM Makassar 100,8 FM bertajuk “Udara Kita Tanggung Jawab Kita”, Rabu (14/10/2026), dengan menghadirkan Ketua Tim Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Risky Yudha Pahlawan, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Andi Mariani, M.H.Kes.
Dalam perbincangan tersebut, Risky menjelaskan bahwa peningkatan konsentrasi partikel halus PM2.5 telah terjadi sejak akhir September. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Menurutnya, asap yang menyelimuti Makassar tidak hanya berasal dari kebakaran di Sulawesi Selatan, tetapi juga dapat terbawa angin dari wilayah lain, termasuk Maluku dan Papua bagian selatan. Kondisi kualitas udara dipengaruhi sejumlah faktor, seperti aktivitas kebakaran, arah angin, dan curah hujan.
BMKG memprakirakan musim hujan di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara mulai berlangsung pada November, sedangkan Makassar diperkirakan memasuki musim hujan pada awal Desember 2026. Meski demikian, perubahan cuaca dan kondisi atmosfer turut menentukan perkembangan kualitas udara.
Dari sisi kesehatan, dr. Andi Mariani mengingatkan bahwa paparan polusi udara dapat memicu batuk, iritasi mata, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan berulang juga berpotensi memperburuk kondisi penderita asma serta penyakit jantung dan ginjal.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak selama kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel, disertai upaya mengurangi aktivitas fisik berat di area berasap.
Masyarakat juga diminta menghindari sumber polusi tambahan, seperti membakar sampah dan merokok, serta memantau informasi kualitas udara dan prakiraan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG Wilayah IV Makassar.
Melalui RadioTalk ini, Insania FM Makassar mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla dan polusi udara. Memahami informasi cuaca, menerapkan langkah perlindungan, serta menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan bersama.